Bismillahirrohmanirrohim….

Apa itu DNS?? cari aja sendiri pengertianya. Disini akan langsung implementasi. langsung saja rencananya akan dibuat sebuan DNS server dan menjalankan 3 buah website. DNS servernya biar gampang kasih nama aja website1, yang nantinya juga akan menjadi sebuah website dengan nama website1. Dan nanti juga akan ada website2 dan website3.

Langsung install paket yang diperlukan.
#yum install bind bind-chroot bind-libs bind-utils caching-nameserver.

Konfigurasi BIND
buat berkas /var/named/chroot/etc/rndc.conf
#rndc-confgen -b 256 > /var/named/chroot/etc/rndc.conf

Buat link
#ln -s /var/named/chroot/etc/rndc.conf /etc/

Atur hak akses
#chown root:named /var/named/chroot/etc/rndc.conf
#chmod 640 /var/named/chroot/etc/rndc.conf

Buat file named.conf
Lihat letak named.conf seperti gambar berikut

Buat file named.conf seperti gambar berikut

Setelah selesai membuat file named.conf, maka selanjutnya membuat 4 buah file sebaga database website yang akan dibuat. Kalau diperhatikan, ketika membuat file named.conf disitu menunjukan bahwa kita disuruh membuat 4 buah file yaitu db.website1.com db.0.0.168.192 db.website2 dan db.website3. File2 tersebut diletakan seperti gambar dibawah ini.

Gambar File2 database website

Gambar db.website1.com

Gambar db.0.0.168.192

Gambar db.website2.com

Gambar db.website3.com

Jika semua file sudah dibuat sesui dengan tempatnya, silahkan start service named dengan perintah
#/etc/init.d/named start

Jika tidak ada error, maka selanjtunya akan membuat web server dengan menjalankan service httpd. Karena kita akan membuat 3 website dengan 1 buah komputer atau 1 bauh alamat IP address, maka webserver yang kita gunakan termasuk kategori Name-based Virtual Host yang maksudnya sebuah IP address digunakan untuk beberapa buah hostname. Dalam kasus ini ada 3 buah hostname.

Langsung ke TKP. Edit file httpd.conf  dengan editor pilahan km, edit dibagian ini :

#vim /etc/httpd/conf/httpd.conf

#NameVirtualHost *:80

NameVirtualHost 192.168.0.250:80
#
# NOTE: NameVirtualHost cannot be used without a port specifier
# (e.g. :80) if mod_ssl is being used, due to the nature of the
# SSL protocol.
#

#
# VirtualHost example:
# Almost any Apache directive may go into a VirtualHost container.
# The first VirtualHost section is used for requests without a known
# server name.
#
#<VirtualHost *:80>
#    ServerAdmin webmaster@dummy-host.example.com
#    DocumentRoot /www/docs/dummy-host.example.com
#    ServerName dummy-host.example.com
#    ErrorLog logs/dummy-host.example.com-error_log
#    CustomLog logs/dummy-host.example.com-access_log common
#</VirtualHost>

<VirtualHost 192.168.0.250:80>
ServerAdmin webmaster@website1.com
ServerName http://www.website1.com
DocumentRoot /home/sigit/phpinfo
</VirtualHost>

<VirtualHost 192.168.0.250:80>
ServerAdmin webmaster@website2.com
ServerName http://www.website2.com
DocumentRoot /home/sigit/website/emc
</VirtualHost>

<VirtualHost 192.168.0.250:80>
ServerAdmin webmaster@website3.com
ServerName http://www.website3.com
DocumentRoot /home/sigit/website/website3
</VirtualHost>

Pastikan NameVirtualHos terisi IP Host dimana webserver itu dijalankan.

Tips : Buatlah dahulu DNS Website1, kalau sudah jalan, baru buat website1. Biar bejalan lancar pas tes konfigurasi, pastikan firewall dan selinux dalam kondisi disable.

Download file2 pendukung disini.