Ma’af sebelumnya karena postingan ini ga ada hubunganya dengan tulisan2 tentang IT. Ceritanya kemaren baru aja jalan2 ma temen2 ke acara sekaten. Cukup rame seh. Sekian lama saya di jogja baru kali ini jalan2 ke acara sekatenan. Banyak wahana permainan yang menurut saya biasa2 aja. G ada yang menantang. Tapi karena ngikutin temen jadi saya mau nyoba naik 2 wahana.

Yang pertama itu adalah naik.. mmmm… ga tau namanya. Pokoknya kita naik, trus di puter2 kayak naik kapal dilaut. Dan ternyata biasa2 aja seperti dugaanku. Ga tau mungkin karena kurang menantang ato karena penasaran akhirnya temenku pada naik wahana yang kedua.

Sebenarnya untuk wahana yang kedua ini kelihatanya juga kurang meyakinkan. Namanya KORA-KORA. Udah namanya aneh, kelihatanya juga minim pengamanan. Nah pas temen2ku pada naik ini perasaanku sudah ga enak, tapi untuk menghormati temen akhirnya naik juga. Cumah kayak gitu aja. Apa seh menariknya. Itulah yg ada dipikiranku. Liat aja bentuknya cuman kayak gini

kora-koraLihatkan.. Bentuknya cuman kayak gitu.

Naaahhhhh.. Pas mulai jalan mulai deh kepanikan luar biasa. Jantung terasa mau berhenti, diombang-ambingkan di ayunan itu. Padahal sya duduk bukan di ujungnya. Bayangkan kalo saya duduk di ujung wahana itu. Mungkin dah muntah2 kali. Pokoknya pas selama wahana itu di ayunkan saya hanya bisa berteriak2..

Sebenarnya ada tutorial (Maksa harus ada tutorialnya)  untuk teriakan ketika kita naik kora-kora. Berikut saya ikutkan daftarnya.

Ada tipe minimalis yang cukup bilang “Aaaaaaaaaa…” saja, tipe agamis  “AllohuAkbar.. AllohuAkbar.. ” sambil merem melek. Tipe setia kawan, mendekap temannya sambil berteriak bersama. Tipe kalem, diam saja sambil merem (entah tidur saking menikmatinya atau malah semaput). Tipe selebritis, sambil Dadah Dadah ke pengunjung lain (muke gile ni). Tipe fotografer, yang ini sambil teriak sambil fotoin yang lain. Tipe pengagum, yang ini sambil teriak ” Subhanalloh.. Subhanalloh..” sambil mentadaburi alam sekitar kora kora. Dan masih banyak spesies aneh lain yang muncul tiba tiba.

kalo saya teriakya cuma “Aooooooorggghhhhh!! ditambag Arrrrrrrggggggggggggghhhh!!!!! tyaaaa!!! tangggungggg jawaaaabbbbbbbbb. Soalnya untuk menghilangkan perasaan seperti jantung mo berhenti.. Pokoknya teriak sekuat mungkin..

Tya adalaha temen saya dan dia yang kelihatanya pengin banget naik ini. Dan dua temen saya namanya Afuan dan Anik, ternyata mereka berdua dah pernah naik ginian… eh tenang2 aja tanpa dosa menjerumuskanku ke wahana ini. Hari itu bener2 sial deh.. Dan selamat buat temen saya mba Dwi.. Anda tidak termakan oleh bujuk rayu mereka yang bener2 menyesatkan..

Huffffffffttttttt… Gak akan lagi2 naik ginian… Catet itu!!! catetttttt!!!!!!!!! (Kecuali terpaksa.. hehehe..)